Lets play ECO my friend. Japanese Anime MMORPG wokwowkw...
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 4 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 5 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Mengetahui spesifikasi komputer kita sekarang sudah menjadi sangat gampang. Mengetahui spesifikasi komputer sekarang bukan ganya pekerjaan khusus buat seorang ahli IT saja. Namun, orang awam pun dapat mengetahui dengan mudah spesifikasi sebuah komputer. CPU Z, adalah sebuah program yg dapat membantu kita untuk menyelesaikan masalh itu.
CPU-Z adalah freeware profiler sistem (system monitor) aplikasi untuk Microsoft Windows (untuk semua versi dari 95 pada) yang mendeteksi unit pengolahan pusat, RAM, motherboard chipset, dan fitur perangkat keras lainnya modern komputer pribadi, dan menyajikan informasi dalam satu jendela.
CPU-Z adalah lebih mendalam di hampir semua daerah dari alat yang disediakan di OS Windows untuk mengidentifikasi berbagai komponen perangkat keras, dan dengan demikian membantu dalam mengidentifikasi komponen tertentu tanpa membuka casing, khususnya revisi inti dan RAM clock rate. Baru-baru ini, sebuah Graphics tab telah ditambahkan. Ini memiliki kemampuan luar biasa untuk langsung mendeteksi hardware, seperti kemampuan untuk mengakses, membaca, dan menampilkan SPD data dari modul memori. Kemampuan untuk mendokumentasikan kecepatan clock membuat alat penting untuk motherboard overclocker, sebagai cara untuk membuktikan kecepatan CPU dicapai oleh berbagai eksperimen.
Hmmm, pernahkan kamu membayangkan merakit komputer sendiri?? Merakit-rakit dahulu berusak-rusak kemudian *plak (berani bilang ke guru bhs. indonesia yakin deh nilai kamu berada di ambang garis kematian >_<). Tapi ada kalanya peribahasa di atas ada benarnya (sekali lagi jangan di tiru di rumah, di sekolah saja). maksud saya dsini, emang bener kalo kita baru belajar merakit biasanya sih awalnya rusak dulu. Dan dari kerusakan itu kita mulai belajar dengan cara mengevaluasi kesalahan kita.
Merakit komputer merupakan pekerjaan yang mudah, tapi akan sulit jika kita tidak pernah mempraktekannya. Jika kamu telah membeli seperangkat komputer dengan spesifikasi anda sendiri, tapi anda bingung bagaimana cara merakitnya.
Jangan khawatir. Di sini saya menyajikan bagaimana cara merakit komputer dengan aman.! (tidak seperti peribahasa di atas *plak ^_^ Peace)
Pertama siapkan perangkat keras (hardware) yang akan dirakit. Seperti processor, motherboard, hard disk, CD Drive, dan RAM. Kalaupun anda memiliki budget yang berlebihan, anda dapat membeli VGA card atau Sound Card. Tapi ingat, socket pada perangkat keras milik anda harus sesuai dengan socket yang disediakan motherboard. Jadi, ada baiknya anda bertanya kepada pelayan toko sebelum membeli perangkat keras.
Kemudian anda tinggal mulai merakitnya. Di foto saya menggunakan prosesor intel pentium III. Maaf ya, soalnya nanti kalo ada apa-apa jadi gak begitu rugi. Tapi pada dasarnya hampir sama, merakitkomputer dengan menggunakan prosesor apapun (kecuali notebook). Basa-basinya sampe sini dulu aja yach. Sekarang kita mulai saja.
Buka penutup / pengaman socket processor pada motherboard. Tapi anda harus membuka dulu penguncinya. Seperti pada foto di samping, anda tinggal membuka tuas yang terletak di samping socket processor. Lalu anda keluarkan pengaman pada socket tersebut dan letakkan processor di socketnya dengan hati-hati. Jika anda bingung bagaimana letak processor yang tepat. Jangan khawatir, pada salah satu sisi processor terdapat bagian yang merupakan tanda letak processor. Nah, anda tinggal mencocokannya saja dengan socketnya. Karena kalau letaknya tidak benar si processor sendiri tidak akan bisa masuk ke socketnya. Lalu anda pasang pengunci prcessor supaya tidak lari kemana-mana. Tapi ingat! Hati-hati dalam melakukan penguncian. Jika terlalu kasar, bisa saja itu membengkokkan pin yang ada pada bagian bawah processor. Jika itu terjadi maka bersiap-siaplah mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki kerusakan itu.
Setelah itu pasang kipas processor. Jangan sampai anda lupa memasang perangkat yang satu ini. Jika tidak, processor akan kepanasan dan akan mengakibatkan terbakarnya processor jika digunakan dalam waktu yang agak lama. Caranya, cocokkan antara kaki-kaki pengunci pada kipas denga lubang yang ada dimotherboard yang ada di sekitar socket processor. Pasang kipas dan pastikan kaki-kaki penguncinya masuk ke lubang itu, lalu anda tinggal memutar pengunci yang ada di bagian atas kaki-kaki kipas processor tersebut. Selanjutnya anda tinggal memasang kabel power kipas processor. Oia, untuk lebih jelasnya anda baca buku User Guide motherboardnya. Karena pada setiapmotherboard akan sedikit berbeda.
Setelah itu, pasang motherboard pada casingnya. Setelah motherboard terpasang di casing, pasang RAMnya. Jika anda bingung bagaimana letak RAM yang benar, anda tinggal melihat slot RAM pada motherboard. Di sana terdapat bagian yang sedikit menonjol. Cocokkan itu dengan bagian bawah RAM sehingga RAM dapat terpasang dengan benar. Intinya, kalau tidak tepat memasangnya, RAM tidak akan masuk ke slotnya.
Selanjutnya, pasang CD Drive pada bagian atas di casing. CD Drive ini perlu untuk meng-install sistem operasi supaya komputer bisa digunakan. Pemasangan CD Drive ini tergolong mudah. Anda tinggal membuka penghalang yang ada di belakang lubang yang akan ditempati DC Drive pada casing. Begini, jika anda meraba dari dalam casing ke luar melalui bagian yang akan ditempatiCD Drive , maka anda akan merasakan di situ ada penghalang. Nha, itu yang saya maksud. Anda dapat membukanya menggunakan setang, lalu anda tinggal membuka penutupnya. Setelah itu, pasang CD Drivenya.CD Drive dimasukkan dari bagian depan casing. Setelah itu, pasang sekrup-sekrup supaya CD Drive tetap pada posisinya.
Kemudian, pasang kabel yang menghubungkan CD Drive dengan motherboard. Kabel tergantung dari CD Drive. Jika CD Drive berinterface ATA, maka anda harus menggunakan kabel ATA. Jika berinterface SATA, maka gunakan kabel SATA. Pemasangannya cukup mudah. Jika anda bingung posisi bagaimana posisi pemasangan yang benar. Lagi-lagi. Sepertinya saya tidak perlu menjelaskannya lagi karena ini sudah beberapa kali dibahas di atas. Kemudian pasang kabel power dari power supply casing keCD Drive. Anda dapat memilih yang mana saja, asalkan bisa masuk ke colokannya pada CD Drive. Cara untuk menentukan posisi yang benar sama dengan cara yang sudah dibahas sebelum-sebelumnya.
Setelah itu, pasang hard disk pada casing. Pasang hard disk pada kelompok di bagian bawah letak CD Drive, karena lebar hard disk lebih kecil daripada lebar CD Drive. Anda tinggal memasangnya, cocokkan lubag-lubang pada bagian samping hard disk dengan lubang-lubang pada “gantungan” hard disk yang terdapat pada casing. Setelah itu pasang sekrup-sekrupnya supaya hard disk tidak terjatuh. Kemudian pasang kabel data yang menghubungkan hard disk denganmotherboard dan jangan lupa dengan kabel powernya.
Kemudian anda tinggal memasang kabel speaker header, front panel USB header, front panel audio header (jika tersedia), dan front panel switch/LED header. Dimana anda memasangnya dapat anda temukan di buku User Guide motherboard. Kemudian yang terakhir, pasang kabel power dari power supply casing ke motherboard. Untuk lebih jelasnya, baca buku User Guide motherboardnya. Setelah itu, pasang tutup casing, lalu cpasang kabel dari monitor, keyboard, mouse, power supply (jika ada), dan speaker (jika ada).
Dan ingat! Setiap motherboard akan sedikit berbeda, sehingga jangan meniru tata letak pada foto di samping! Dan ingat! Selalu baca buku User Guide motherboard. Saya tidak memaksa anda untuk mengikuti cara-cara yang telah saya jelaskan di atas. Anda juga dapat merubah urutan-urutan pemasangannya sesuai dengan keadaan. Jika anda tidak yakin dapat melakukannya dengan benar, ada baiknya anda meminta bantuan kepada orang yang lebih mengerti untuk merakitkomputer anda. Pada akhirnya, keputusan berada di tangan anda.
Suatu ketika ada seorang teman menghampiri saya dengan bertanya seperti ini: “Frend, kok tiap jalanin game Warcraft kompi saya jadi lambat ya?”;”Tiap jalanin program kok komputer saya jadi lambat response nya ya?”. Wew, mendengar pertanyaan seperti itu saya langsung bergerak menuju komputernya. Ternyata ketika saya mengecek spesifikasi komputernya, baru terlihat apa yang membuat semua masalah itu muncul. “Ya iyalah lambat, wong komputer kamu memori RAM nya kurang. Memori VGA kompi kamu juga kecil banget tu. RAM 256Mb mainnya game tingkat tinggi plus pake OS Windows 7 sementara Processor kamu hanya Intel® Pentium®4 =_= *jitak (gilak ni orang, pengen buat kompinya cepat-cepat ke alam baka, maksain game berad di kompi jadul seperti itu >___<)”.
Setelah saya berbicara banyak seperti itu, keningnya mulai mengkerut dan raut wajahnya berubah (Beneran kayak anak kehilangan orang tuanya xixixi). “RAM itu apa si?”; *gubrak. Hari gini, RAM aja g tau!!!! Aduuh, udah g jaman kaleee. >_<.
Tapi kita tidak dapat sepenuhnya menyalahkan orang seperti itu. Tidak mengetahui hal-hal seperti itu juga bukanlah keinginan mereka. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi kita yg mungkin sedikit mengetahui tentang hal-hal tersebut untuk menginformasikan kepada mereka. Pengetahuan akan komponen-komponen juga penting bagi kita untuk dapat mengambil langkah tepat ketika menemui masalah seputar komputer.
Coba bayangkan, suatu ketika kamu ingin memainkan sebuah game keluaran terbaru namun spesifikasi komputer kamu tidak memenuhi spesifikasi minimal untuk menjalankan game itu (Misal: untuk menjalankan game terbaru tersebut dibutuhkan Memori RAM 1 Gb namun Kompi kamu hanya memiliki 256MB). Jalan satu-satunya adalah meng-Upgrade memori RAM kamu menjadi 1 GB atau lebih (atau bisa juga beli Komputer baru nyahahahah *plak). Nah, untuk itu marilah bersama-sama kita membeli komputer baru (dan bersiaplah untuk ditendang dari rumah). Eh, Maksud saya mengenal komponen-komponen komputer itu dengan benar agar tidak ada lagi kejadian seperti teman saya diatas tadi =_= (semoga).
Komponen utama komputer ada 3, yaitu Hardware, software, dan brainware. Hardware adalah komponen perangkat keras komputer (Misal: Mouse, Processor, Motherboard, dll), Software adalah komponen perangkat lunak komputer (missal: Program, Operating System, dll), serta Brainware atau kita sendiri sebagai manusia yang berguna untuk menjalankan komputer itu sendiri. 3 hal utama ini harus saling berhubungan agar komputer dapat berjalan sesuai fungsi nya.
Namun kali ini, yg akan dibahas disini hanyalah komponen-komponen Hardware dari komputer. Ada banyak jenis hardware di dalam sebuah PC atau komputer. Diantaranya:
1.Motherboard/Mainboard
Papan system/papa induk yang merupakan tempat CPU (central processing unit), memori dan bagian lainnya, dan memiliki slot untuk kartu tambahan.
Gambar 1: Sebuah Motherboard/Mainboard
a.RAM(Random Access Memory) – Tempat penyimpanan data jangka pendek, sehingga komputer tidak perlu mengakses hard disk untuk mencari data. Jumlah RAM yang lebih besar akan membantu kecepatan PC. (ini yang menyebabkan komputer teman saya menjadi lambat karena space RAM yang tersedia di komputernya kecil sehingga penyimpanan jangka pendek nya otomatis sedikit. Jadi, ketika memainkan game yang membutuhkan space memori RAM yang besar, komputer teman saya menjadi lambat)
Gambar 2: RAM (jenis DDR2 dan DDR3)
b.Buses
Bentuk dan jenis bus itu bermacam-macam. Seperti: Bus PCI (Peripheral Component Interconnect), Bus ISA, USB (Universal Serial Bus) dan AGP (Accelerated Graphics Port).
Gambar 3: Universal Serial Bus
c.ROM (Read Only Memory) Berfungsi untuk menyimpan data secara permanen
Gambar 4: ROM
d.CPU (Central Processing Unit) Sebagai otak dan bagian utama komputer
Gambar 5: Sebuah CPU (processor)
1.Power Suply – Sebuah kotak yang merupakan tempat transformer, control voltase dan kipas
Gambar 6: Sebuah Power Supply
2.Storage Controller, dari jenis IDE, SCSI atau lainnya, yang mengontrol hard disk, Floppy disk, CD-ROM dan drive lainnya; kontroler ini terletak di papan induk (atas-papan) atau di kartu tambahan
3.Video display controller, yang memproduksi output untuk komputer display.
4.Bus Computer Controller (parallel, serial, USB, Firewire) untuk menyambungkan komputer dengan alat tambahan luar lainnya seperti printer atau scanner.
5.Beberapa jenis penyimpanan komputer:
a.CD (Compact Disk) – Tipe paling umum media yang dapat dilepas, murah tapi mudah rusak.
i.CD-ROM
ii.CD-RW
iii.CD-R
b.DVD
i.DVD-ROM
ii.DVD-RW
iii.DVD-R
c.Floppy Disk
6.Internal Storage (Penyimpanan Dalam) – menyimpan data dalam komputer untuk penyimpanan jangka panjang.
a.Hard Disk – untuk penyimpanan jangka panjang
b.Disk Array Controller
7.Sound Card – Menerjemahkan signal dari papan system ke bahasa yang dapat dimengerti oleh speaker, dan memiliki terminal untuk mencolok kabel suara speaker.
8.Computer Network (Jaringan Komputer) – untuk menghubungkan komputer ke internet dan/atau komputer lainnya.
a.Modem – Untuk Koneksi tekan-tombol
b.Network card – untuk internet DSL/kabel, dan/atau menghubungkan ke komputer lain.
9.Alat lainnya – Sebagai Tambahan, perangkat keras dapat memasukan komponen luar lainnya. Di bawah ini merupakan komponen standar atau yang umum digunakan.
a.Input
i.Keyboard
ii.Pointing Device
iii.Mouse
iv.Trackball
v.Joystick
vi.Gamepad
vii.Picture Scanner
viii.Webcam
ix.Graphical Tablet
b.Output
i.Printer
ii.Speaker
iii.Monitor
c.Networking
i.Modem
ii.Network card
Nah dengan mengenal komponen-komponen dari komputer seperti diatas, semoga dapat membantu teman-teman sekalian sehingga pertanyaan seperti teman saya yg diatas tidak terjadi ke teman-teman sekalian. Semoga dengan penjelasan mengenai komponen tersebut dapat sedikit menjawab pertanyaan teman-teman sekalian mengenai komponen-komponen komputer. ^_^
Mengetahui spesifikasi komputer kita sekarang sudah menjadi sangat gampang. Mengetahui spesifikasi komputer sekarang bukan ganya pekerjaan khusus buat seorang ahli IT saja. Namun, orang awam pun dapat mengetahui dengan mudah spesifikasi sebuah komputer. CPU Z, adalah sebuah program yg dapat membantu kita untuk menyelesaikan masalh itu.
CPU-Z adalah freeware profiler sistem (system monitor) aplikasi untuk Microsoft Windows (untuk semua versi dari 95 pada) yang mendeteksi unit pengolahan pusat, RAM, motherboard chipset, dan fitur perangkat keras lainnya modern komputer pribadi, dan menyajikan informasi dalam satu jendela.
CPU-Z adalah lebih mendalam di hampir semua daerah dari alat yang disediakan di OS Windows untuk mengidentifikasi berbagai komponen perangkat keras, dan dengan demikian membantu dalam mengidentifikasi komponen tertentu tanpa membuka casing, khususnya revisi inti dan RAM clock rate. Baru-baru ini, sebuah Graphics tab telah ditambahkan. Ini memiliki kemampuan luar biasa untuk langsung mendeteksi hardware, seperti kemampuan untuk mengakses, membaca, dan menampilkan SPD data dari modul memori. Kemampuan untuk mendokumentasikan kecepatan clock membuat alat penting untuk motherboard overclocker, sebagai cara untuk membuktikan kecepatan CPU dicapai oleh berbagai eksperimen.
Hmmm, pernahkan kamu membayangkan merakit komputer sendiri?? Merakit-rakit dahulu berusak-rusak kemudian *plak (berani bilang ke guru bhs. indonesia yakin deh nilai kamu berada di ambang garis kematian >_<). Tapi ada kalanya peribahasa di atas ada benarnya (sekali lagi jangan di tiru di rumah, di sekolah saja). maksud saya dsini, emang bener kalo kita baru belajar merakit biasanya sih awalnya rusak dulu. Dan dari kerusakan itu kita mulai belajar dengan cara mengevaluasi kesalahan kita.
Merakit komputer merupakan pekerjaan yang mudah, tapi akan sulit jika kita tidak pernah mempraktekannya. Jika kamu telah membeli seperangkat komputer dengan spesifikasi anda sendiri, tapi anda bingung bagaimana cara merakitnya.
Jangan khawatir. Di sini saya menyajikan bagaimana cara merakit komputer dengan aman.! (tidak seperti peribahasa di atas *plak ^_^ Peace)
Pertama siapkan perangkat keras (hardware) yang akan dirakit. Seperti processor, motherboard, hard disk, CD Drive, dan RAM. Kalaupun anda memiliki budget yang berlebihan, anda dapat membeli VGA card atau Sound Card. Tapi ingat, socket pada perangkat keras milik anda harus sesuai dengan socket yang disediakan motherboard. Jadi, ada baiknya anda bertanya kepada pelayan toko sebelum membeli perangkat keras.
Kemudian anda tinggal mulai merakitnya. Di foto saya menggunakan prosesor intel pentium III. Maaf ya, soalnya nanti kalo ada apa-apa jadi gak begitu rugi. Tapi pada dasarnya hampir sama, merakitkomputer dengan menggunakan prosesor apapun (kecuali notebook). Basa-basinya sampe sini dulu aja yach. Sekarang kita mulai saja.
Buka penutup / pengaman socket processor pada motherboard. Tapi anda harus membuka dulu penguncinya. Seperti pada foto di samping, anda tinggal membuka tuas yang terletak di samping socket processor. Lalu anda keluarkan pengaman pada socket tersebut dan letakkan processor di socketnya dengan hati-hati. Jika anda bingung bagaimana letak processor yang tepat. Jangan khawatir, pada salah satu sisi processor terdapat bagian yang merupakan tanda letak processor. Nah, anda tinggal mencocokannya saja dengan socketnya. Karena kalau letaknya tidak benar si processor sendiri tidak akan bisa masuk ke socketnya. Lalu anda pasang pengunci prcessor supaya tidak lari kemana-mana. Tapi ingat! Hati-hati dalam melakukan penguncian. Jika terlalu kasar, bisa saja itu membengkokkan pin yang ada pada bagian bawah processor. Jika itu terjadi maka bersiap-siaplah mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki kerusakan itu.
Setelah itu pasang kipas processor. Jangan sampai anda lupa memasang perangkat yang satu ini. Jika tidak, processor akan kepanasan dan akan mengakibatkan terbakarnya processor jika digunakan dalam waktu yang agak lama. Caranya, cocokkan antara kaki-kaki pengunci pada kipas denga lubang yang ada dimotherboard yang ada di sekitar socket processor. Pasang kipas dan pastikan kaki-kaki penguncinya masuk ke lubang itu, lalu anda tinggal memutar pengunci yang ada di bagian atas kaki-kaki kipas processor tersebut. Selanjutnya anda tinggal memasang kabel power kipas processor. Oia, untuk lebih jelasnya anda baca buku User Guide motherboardnya. Karena pada setiapmotherboard akan sedikit berbeda.
Setelah itu, pasang motherboard pada casingnya. Setelah motherboard terpasang di casing, pasang RAMnya. Jika anda bingung bagaimana letak RAM yang benar, anda tinggal melihat slot RAM pada motherboard. Di sana terdapat bagian yang sedikit menonjol. Cocokkan itu dengan bagian bawah RAM sehingga RAM dapat terpasang dengan benar. Intinya, kalau tidak tepat memasangnya, RAM tidak akan masuk ke slotnya.
Selanjutnya, pasang CD Drive pada bagian atas di casing. CD Drive ini perlu untuk meng-install sistem operasi supaya komputer bisa digunakan. Pemasangan CD Drive ini tergolong mudah. Anda tinggal membuka penghalang yang ada di belakang lubang yang akan ditempati DC Drive pada casing. Begini, jika anda meraba dari dalam casing ke luar melalui bagian yang akan ditempatiCD Drive , maka anda akan merasakan di situ ada penghalang. Nha, itu yang saya maksud. Anda dapat membukanya menggunakan setang, lalu anda tinggal membuka penutupnya. Setelah itu, pasang CD Drivenya.CD Drive dimasukkan dari bagian depan casing. Setelah itu, pasang sekrup-sekrup supaya CD Drive tetap pada posisinya.
Kemudian, pasang kabel yang menghubungkan CD Drive dengan motherboard. Kabel tergantung dari CD Drive. Jika CD Drive berinterface ATA, maka anda harus menggunakan kabel ATA. Jika berinterface SATA, maka gunakan kabel SATA. Pemasangannya cukup mudah. Jika anda bingung posisi bagaimana posisi pemasangan yang benar. Lagi-lagi. Sepertinya saya tidak perlu menjelaskannya lagi karena ini sudah beberapa kali dibahas di atas. Kemudian pasang kabel power dari power supply casing keCD Drive. Anda dapat memilih yang mana saja, asalkan bisa masuk ke colokannya pada CD Drive. Cara untuk menentukan posisi yang benar sama dengan cara yang sudah dibahas sebelum-sebelumnya.
Setelah itu, pasang hard disk pada casing. Pasang hard disk pada kelompok di bagian bawah letak CD Drive, karena lebar hard disk lebih kecil daripada lebar CD Drive. Anda tinggal memasangnya, cocokkan lubag-lubang pada bagian samping hard disk dengan lubang-lubang pada “gantungan” hard disk yang terdapat pada casing. Setelah itu pasang sekrup-sekrupnya supaya hard disk tidak terjatuh. Kemudian pasang kabel data yang menghubungkan hard disk denganmotherboard dan jangan lupa dengan kabel powernya.
Kemudian anda tinggal memasang kabel speaker header, front panel USB header, front panel audio header (jika tersedia), dan front panel switch/LED header. Dimana anda memasangnya dapat anda temukan di buku User Guide motherboard. Kemudian yang terakhir, pasang kabel power dari power supply casing ke motherboard. Untuk lebih jelasnya, baca buku User Guide motherboardnya. Setelah itu, pasang tutup casing, lalu cpasang kabel dari monitor, keyboard, mouse, power supply (jika ada), dan speaker (jika ada).
Dan ingat! Setiap motherboard akan sedikit berbeda, sehingga jangan meniru tata letak pada foto di samping! Dan ingat! Selalu baca buku User Guide motherboard. Saya tidak memaksa anda untuk mengikuti cara-cara yang telah saya jelaskan di atas. Anda juga dapat merubah urutan-urutan pemasangannya sesuai dengan keadaan. Jika anda tidak yakin dapat melakukannya dengan benar, ada baiknya anda meminta bantuan kepada orang yang lebih mengerti untuk merakitkomputer anda. Pada akhirnya, keputusan berada di tangan anda.
Suatu ketika ada seorang teman menghampiri saya dengan bertanya seperti ini: “Frend, kok tiap jalanin game Warcraft kompi saya jadi lambat ya?”;”Tiap jalanin program kok komputer saya jadi lambat response nya ya?”. Wew, mendengar pertanyaan seperti itu saya langsung bergerak menuju komputernya. Ternyata ketika saya mengecek spesifikasi komputernya, baru terlihat apa yang membuat semua masalah itu muncul. “Ya iyalah lambat, wong komputer kamu memori RAM nya kurang. Memori VGA kompi kamu juga kecil banget tu. RAM 256Mb mainnya game tingkat tinggi plus pake OS Windows 7 sementara Processor kamu hanya Intel® Pentium®4 =_= *jitak (gilak ni orang, pengen buat kompinya cepat-cepat ke alam baka, maksain game berad di kompi jadul seperti itu >___<)”.
Setelah saya berbicara banyak seperti itu, keningnya mulai mengkerut dan raut wajahnya berubah (Beneran kayak anak kehilangan orang tuanya xixixi). “RAM itu apa si?”; *gubrak. Hari gini, RAM aja g tau!!!! Aduuh, udah g jaman kaleee. >_<.
Tapi kita tidak dapat sepenuhnya menyalahkan orang seperti itu. Tidak mengetahui hal-hal seperti itu juga bukanlah keinginan mereka. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi kita yg mungkin sedikit mengetahui tentang hal-hal tersebut untuk menginformasikan kepada mereka. Pengetahuan akan komponen-komponen juga penting bagi kita untuk dapat mengambil langkah tepat ketika menemui masalah seputar komputer.
Coba bayangkan, suatu ketika kamu ingin memainkan sebuah game keluaran terbaru namun spesifikasi komputer kamu tidak memenuhi spesifikasi minimal untuk menjalankan game itu (Misal: untuk menjalankan game terbaru tersebut dibutuhkan Memori RAM 1 Gb namun Kompi kamu hanya memiliki 256MB). Jalan satu-satunya adalah meng-Upgrade memori RAM kamu menjadi 1 GB atau lebih (atau bisa juga beli Komputer baru nyahahahah *plak). Nah, untuk itu marilah bersama-sama kita membeli komputer baru (dan bersiaplah untuk ditendang dari rumah). Eh, Maksud saya mengenal komponen-komponen komputer itu dengan benar agar tidak ada lagi kejadian seperti teman saya diatas tadi =_= (semoga).
Komponen utama komputer ada 3, yaitu Hardware, software, dan brainware. Hardware adalah komponen perangkat keras komputer (Misal: Mouse, Processor, Motherboard, dll), Software adalah komponen perangkat lunak komputer (missal: Program, Operating System, dll), serta Brainware atau kita sendiri sebagai manusia yang berguna untuk menjalankan komputer itu sendiri. 3 hal utama ini harus saling berhubungan agar komputer dapat berjalan sesuai fungsi nya.
Namun kali ini, yg akan dibahas disini hanyalah komponen-komponen Hardware dari komputer. Ada banyak jenis hardware di dalam sebuah PC atau komputer. Diantaranya:
1.Motherboard/Mainboard
Papan system/papa induk yang merupakan tempat CPU (central processing unit), memori dan bagian lainnya, dan memiliki slot untuk kartu tambahan.
Gambar 1: Sebuah Motherboard/Mainboard
a.RAM(Random Access Memory) – Tempat penyimpanan data jangka pendek, sehingga komputer tidak perlu mengakses hard disk untuk mencari data. Jumlah RAM yang lebih besar akan membantu kecepatan PC. (ini yang menyebabkan komputer teman saya menjadi lambat karena space RAM yang tersedia di komputernya kecil sehingga penyimpanan jangka pendek nya otomatis sedikit. Jadi, ketika memainkan game yang membutuhkan space memori RAM yang besar, komputer teman saya menjadi lambat)
Gambar 2: RAM (jenis DDR2 dan DDR3)
b.Buses
Bentuk dan jenis bus itu bermacam-macam. Seperti: Bus PCI (Peripheral Component Interconnect), Bus ISA, USB (Universal Serial Bus) dan AGP (Accelerated Graphics Port).
Gambar 3: Universal Serial Bus
c.ROM (Read Only Memory) Berfungsi untuk menyimpan data secara permanen
Gambar 4: ROM
d.CPU (Central Processing Unit) Sebagai otak dan bagian utama komputer
Gambar 5: Sebuah CPU (processor)
1.Power Suply – Sebuah kotak yang merupakan tempat transformer, control voltase dan kipas
Gambar 6: Sebuah Power Supply
2.Storage Controller, dari jenis IDE, SCSI atau lainnya, yang mengontrol hard disk, Floppy disk, CD-ROM dan drive lainnya; kontroler ini terletak di papan induk (atas-papan) atau di kartu tambahan
3.Video display controller, yang memproduksi output untuk komputer display.
4.Bus Computer Controller (parallel, serial, USB, Firewire) untuk menyambungkan komputer dengan alat tambahan luar lainnya seperti printer atau scanner.
5.Beberapa jenis penyimpanan komputer:
a.CD (Compact Disk) – Tipe paling umum media yang dapat dilepas, murah tapi mudah rusak.
i.CD-ROM
ii.CD-RW
iii.CD-R
b.DVD
i.DVD-ROM
ii.DVD-RW
iii.DVD-R
c.Floppy Disk
6.Internal Storage (Penyimpanan Dalam) – menyimpan data dalam komputer untuk penyimpanan jangka panjang.
a.Hard Disk – untuk penyimpanan jangka panjang
b.Disk Array Controller
7.Sound Card – Menerjemahkan signal dari papan system ke bahasa yang dapat dimengerti oleh speaker, dan memiliki terminal untuk mencolok kabel suara speaker.
8.Computer Network (Jaringan Komputer) – untuk menghubungkan komputer ke internet dan/atau komputer lainnya.
a.Modem – Untuk Koneksi tekan-tombol
b.Network card – untuk internet DSL/kabel, dan/atau menghubungkan ke komputer lain.
9.Alat lainnya – Sebagai Tambahan, perangkat keras dapat memasukan komponen luar lainnya. Di bawah ini merupakan komponen standar atau yang umum digunakan.
a.Input
i.Keyboard
ii.Pointing Device
iii.Mouse
iv.Trackball
v.Joystick
vi.Gamepad
vii.Picture Scanner
viii.Webcam
ix.Graphical Tablet
b.Output
i.Printer
ii.Speaker
iii.Monitor
c.Networking
i.Modem
ii.Network card
Nah dengan mengenal komponen-komponen dari komputer seperti diatas, semoga dapat membantu teman-teman sekalian sehingga pertanyaan seperti teman saya yg diatas tidak terjadi ke teman-teman sekalian. Semoga dengan penjelasan mengenai komponen tersebut dapat sedikit menjawab pertanyaan teman-teman sekalian mengenai komponen-komponen komputer. ^_^